
Hawi Feysa Pertahankan Gelar Juara Chicago Marathon 2026
Hawi Feysa menunjukkan kualitasnya sebagai pelari jarak jauh elite dalam Chicago Marathon 2026. Atlet asal Ethiopia tersebut berhasil mempertahankan gelarnya setelah menyelesaikan perlombaan dengan waktu 2 jam 13 menit 33 detik. Selain meraih kemenangan, Feysa juga mencatatkan rekor pribadi terbaik. Hasil tersebut memperkuat posisinya dalam persaingan maraton putri internasional.
Perlombaan berlangsung ketat sejak kilometer-kilometer awal karena sejumlah pelari unggulan berusaha menjaga posisi terdepan. Sharon Lokedi dari Kenya menjadi pesaing utama Feysa sepanjang lomba. Keduanya terus menjaga kecepatan sebelum memasuki bagian akhir rute. Namun, Feysa berhasil meningkatkan tempo dan menciptakan jarak yang menentukan kemenangan.
Feysa akhirnya finis dengan keunggulan 34 detik atas Lokedi yang mencatat waktu 2 jam 14 menit 7 detik. Sementara itu, Brigid Kosgei menempati posisi ketiga dengan waktu 2 jam 14 menit 55 detik. Hasil tersebut memperlihatkan kuatnya persaingan antara pelari Ethiopia dan Kenya. Dengan demikian, podium putri Chicago Marathon 2026 menghadirkan pertarungan menarik hingga garis finis.
Hawi Feysa kemenangan beruntun ini menjadi pencapaian penting bagi Feysa dalam karier maratonnya. Selain mempertahankan gelar, ia menunjukkan kemampuan mengelola kecepatan ketika menghadapi lawan berpengalaman. Oleh karena itu, penampilannya kembali menarik perhatian penggemar atletik dunia. Keberhasilan tersebut juga menegaskan bahwa persaingan maraton putri semakin kompetitif setiap musimnya.
Sharon Lokedi Dan Brigid Kosgei Lengkapi Podium Putri Bersama Hawi Feysa
Sharon Lokedi Dan Brigid Kosgei Lengkapi Podium Putri Bersama Hawi Feysa Sharon Lokedi tampil kuat sepanjang Chicago Marathon 2026 dan berhasil mengamankan posisi kedua. Pelari Kenya tersebut menyelesaikan lomba dengan waktu 2 jam 14 menit 7 detik. Selain meraih podium, ia mencatatkan peningkatan besar di bandingkan rekor pribadinya sebelumnya. Catatan tersebut menunjukkan perkembangan performanya dalam menghadapi persaingan maraton elite.
Lokedi berusaha menempel Feysa ketika perlombaan memasuki kilometer-kilometer penentu. Keduanya terlibat persaingan ketat sebelum Feysa meningkatkan kecepatannya sekitar kilometer ke-35. Namun, Lokedi tetap mempertahankan ritme untuk mengamankan posisi kedua. Dengan demikian, ia menutup perlombaan melalui penampilan yang solid dan konsisten.
Sementara itu, Brigid Kosgei menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 2 jam 14 menit 55 detik. Pelari Kenya tersebut sebelumnya pernah memenangkan Chicago Marathon pada 2018 dan 2019. Pengalamannya memberikan modal penting untuk menghadapi rute yang menuntut daya tahan tinggi. Meski demikian, ia belum mampu mengejar Feysa dan Lokedi pada fase akhir perlombaan.
Persaingan ketiga pelari tersebut memperlihatkan pentingnya strategi dan pengaturan energi dalam maraton. Selain kekuatan fisik, keputusan meningkatkan kecepatan pada waktu tepat sangat menentukan hasil akhir. Feysa berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempertahankan gelarnya. Sementara itu, Lokedi dan Kosgei memastikan Kenya tetap menonjol dalam persaingan podium putri.
Rekor Dunia Ruth Chepngetich Tetap Menjadi Sorotan
Rekor Dunia Ruth Chepngetich Tetap Menjadi Sorotan Ruth Chepngetich pernah menciptakan sejarah di Chicago Marathon pada 13 Oktober 2024. Pelari Kenya itu mencatat waktu 2 jam 9 menit 56 detik dan memecahkan rekor dunia maraton putri. Ia memangkas hampir dua menit dari rekor sebelumnya yang di pegang Tigst Assefa. Pencapaian tersebut menjadikannya perempuan pertama yang menyelesaikan maraton resmi dalam waktu kurang dari 2 jam 10 menit.
Namun, perjalanan karier Chepngetich kemudian menghadapi persoalan serius terkait aturan antidoping. Pada 2025, ia menerima larangan bertanding selama tiga tahun setelah mengakui pelanggaran antidoping. Kasus tersebut berkaitan dengan di temukannya hydrochlorothiazide dalam sampel yang di kumpulkan pada Maret 2025. Meski demikian, rekor dunia yang di catatkannya pada 2024 tetap tercatat secara resmi.
Situasi tersebut memunculkan perdebatan mengenai integritas olahraga dan pencatatan rekor atlet. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah prestasi yang tercipta sebelum pelanggaran terungkap seharusnya tetap di akui. Namun, aturan yang berlaku tidak secara otomatis membatalkan hasil perlombaan terdahulu. Karena itu, rekor Chepngetich masih menjadi bagian dari catatan sejarah maraton putri.
Pada akhirnya, Chicago Marathon 2026 menghadirkan cerita berbeda melalui kemenangan Hawi Feysa. Sementara itu, rekor Chepngetich tetap menjadi pencapaian bersejarah yang di sertai kontroversi. Kedua kisah tersebut menunjukkan bahwa dunia atletik tidak hanya menyoroti kecepatan, tetapi juga integritas kompetisi. Dengan demikian, prestasi dan kepatuhan terhadap aturan sama-sama menjadi bagian penting dalam olahraga profesional Hawi Feysa.